Hari terakhir Meliput di IPDN

Hari terakhir Meliput di IPDN
Teman Seperjuangan berpose didepan kampus IPDN, hampir tiga bulan kita ngacak-ngacak IPDN karena ada prajanya yang tewas dibarak.

Senin, 28 April 2008

Masa Kecil yang Tak Akan Terulang Kembali

Saya dilahirkan di Bandung, sebuah kota yang dulu dikenal sebagai Kota Kembang. Tapi kini kembang-kembang itu entah kemana seperti menghilang digantikan tembok-tembok beton yang kokoh. Tepat di 23 Maret ditahun 1985, saya lahir dan diberi nama YUGI PRASETYO. Mungkin banyak orang beranggapan saya ini orang Jawa medok karena huruf O dibelakang nama kepanjanganku.

Memang tidak dapat dipungkiri, trah Jawa Tengah ada disetiap aliran darah ku, karena ibu memang keturunan sana. Tetapi hingga umur ku sekarang, tidak pernah ak mengerti bahasa ataupun kebudayaan mereka, yang saya tahu hanya budaya Sunda karena memang keluarga ayahku keturunan Sunda.

Sejak kecil, banyak orang memanggilku dengan Ugie dan itu lebih nyaman dari pada nama dengan satu huruf didepannya, Yugi. Ibu ku bilang Ugie ini anak yang lumayan bandel dengan tingkahlsayanya yang aneh-aneh. Pernah ibu ku bercerita tentang kebandelanku. Ceritanya begini, saat itu usisaya baru berusia 3 atau 4 tahunanlah. Di depan rumahnya yang terletak di Sadang Serang banyak orang lalu lalang ketika pagi dan sore. Ketika itu ada seorang yang cacat (maaf, red) dengan jalan sedikit pincang. Orang itu selalu lewat di depan rumah hampir setiap hari. Hampir setiap hari pulalah ketika orang itu lewat didepan rumah, selalu saya meniru gerakannya dari belakang. Suatu waktu, “aksi” ku itu terlihat oleh ibuku dan langsung omelan pun tertuju pada diriku. “Jangan gitu! Kasiankan orang itu, kamu enggak boleh gitu lagi yah,” ucap ibuku ketika memarahi.

Rupanya “kenakalanku” ini bukan itu saja. Beberapa waktu setelah kejadian itu, saya kebetulan tengah berlibur ke rumah kakek ku di daerah Bandung Selatan. Saat itu kakek ku memiliki sebuah penggilingan padi dengan memiliki banyak pekerja. Salahsatu diantara mereka, lagi-lagi orang yang cacat, penghilatannya terganggu dengan kondisi mata sebeleh “pecak”. Lagi-lagi juga saya pun meniru “kecacatan” pekerja kakek ku dan lagi-lagi aksi ku ini pun terpergok oleh sang kakek. Akhirnya kakek ku pun memberikan amanat untuk tidak mengulangi perbuatan ku itu dengan segala penjelasan yang panjang lebar.

Tahun 1991, pertama kali masuk sekolah yaitu di SD Langensari V daerah Sadang Serang. Hari pertama itu, saya diantara oleh ibu ku sampai pintu kelas dan langsung meninggalkan ku setelah menitipkannya ke guru. Masih ingat dibenak ku nama guru SD yang pertama mengenalkan huruf-huruf dan angka-angka, Anengsih namanya. Hari kedua, ibu ku tidak lagi mengantar ke sekolah, otomatis hari itu dilepas sendirian dan melenggang kangkung ke sekolah yang hanya berjarak 300 meter itu.

Masih ingat dibenak ku, uang jajan pertama hanya Rp 200. Tapi uang segitu bisa beli, bubur dan sedikit permen gulali J. Beda dengan anak SD sekarang yang uang jajannya hampir Rp 10 rebu dengan menenteng hape pula. Masa kecil ku memang sangat berkesan dan tak akan pernah dilupakan.

Bagaimana dulu saya pernah berantem saat kelas 4 SD di sebuah lapang atau pasar sepi, yah biasa kenakalan kecil dulu. Permainan anak-anak kampong pun selalu kita mainkan baik disekolah maupun di rumah. Saya ingat permainan favorit ku saat di sekolah dulu, galah asin. Ya, permainan itu selalu dimainkan saat hendak masuk sekolah maupun ketika istirahat. Permainan lainnnya seperti boy-boyan, galah jidar, kasti atau permainan lainnya.

Sulit saya lupakan dan ingin terkadang ingin mengulang saat-saat indah tersebut. Terkadang Kilasan-kilasan masa lalu itu selalu meuncul dan teringat dengan keluguan dan kepolosan seorang anak kecil yang tengah tumbuh dan berkembangan.

Banjar, 27 Maret 2008

Gie,…..

Masa lalu menjadikan seseorang selalu ingat kenangan-kenangan yang seolah terlempar dan ingin merasakannya lagi….

Waktu sungguh berharga dan tidak mungkin akan kembali terulang sesuai dengan apa yang kita hendaki. Maka manfaatkan waktu itu dengan sebaik mungkin…..

Tidak ada komentar: