Kebetulan, sejak hari Kamis (31/01) saya resmi bergabung dengan Koran Seputar Indonesia (Sindo), salasatu medi di Grup MNC. Sejak hari itulah sebuah keputusan di ambil oleh perusahaan untuk menugaskan saya di sebuah kota di Priangan Timur yaitu Kota Banjar. Ehmmm, kota yang baru untuk saya. Jangankan hafal dengan isu yang tengah berkembang disana, nama jalan pun saya belum hafal semuanya. Namun, dari sinilah saya mulai, dari kota kecil inilah karir saya di salahsatu media nasional dimulai.
Sebelum berangkat tugas, tentu saya meminta ijin terlebih dahulu kepada seua orang yang saya sayangi. Mereka pun seolah berat melepas saya untuk bekerja di kota lain. Tetapi harus bagaimana lagi, keputusan sudah saya ambil dan resiko pun harus saya jalani dengan ikhlas dan sabar.
Dengan sebuah syukuran kecil-kecilan yang menandakan tanda syukur kepata Allah SWT. Orang tua pun menggelar syukuran pada Sabtu (02/02), mereka berucap syukur salahsatu anaknya telah lulus dalam menempuh pendidikannya dan saat ini dia telah diterima dan bekerja di media nasional.
Moment ini merupakan kebanggaan tersendiri bagi saya, hal ini dikarenakan salahsatu kewajiban saya terhadap orangtua sudah selesai dengan merampungkan semua prosesi pendidikan yang puncaknya pemasangan sebuah toga yang menandakan saya lulus. Tetapi dua kebanggaan itu sedikit menjadi beban tersendiri bagi mereka, hal ini dikarenakan saya harus meninggalkan mereka demi tugas yang saya emban.
Tiba di Kota Banjar sedikit mengerutkan kening, Kota ini berbeda jauh dengan Kota Bandung. Dimana lalu lintasnya sudah awut-awutan serta kemacetan dimana-mana membuat tingkat kestressan semakin meningkat. Namun di kota ini berbeda, lalu lintasnya sediki lenggang dan pengendaranya pun sopan-sopan. Mereka benar-benar menghormati peraturan, tidak terlihat pelanggaran yang dilakukan mereka. Walaupun kota kecil, saya tidak melihat contoh yang buruk seperti tidak memakai helm atau berkendaraan dengan ugal-ugalan. Contoh lainnya ialah, saat di lampu merah, batas zebra cross pun tidak mereka injak. Berbeda dengan di Bandung, para pengendara seolah-olah berlomba ingin paling terdepan layaknya sebuat start di perlombaan balap motor.
Petugas kepolisian pun lebih santai dan mereka selalu siaga di posnya yang ada di setiap perermpatan dan persimpangan jalan. Sungguh kota yang tertib, bagi saya yang baru menginjaknya dan akan mulai mencari sesuap nasi.
Gie, sebuah catatan perjalanan ......
Banjar, 4 Febuari 2008

4 komentar:
akhirnya adekku bikin blog juga. salut....hayooo....isi yang banyak, plus foto ya, hehehehehe
Tempat baru akan menyimpan banyak petualangan baru...
Enjoy it!
Sip...
Makasih na...
Semoga kamuu juga enjoy di duniamu...
nikmati dahsyatnya bos....
Posting Komentar